PENGERTIAN
DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN PENDIDIKAN
A. PENGERTIAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
Ada keterkaitan antara organisasi, administrasi dan
manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang
merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, yang bermula untuk
mengintegrasikan sumber materi dan sikap para anggotanya yang disebut manajemen
dan melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Baik
manajemen maupun melaksanakan kegiatan tersebut disebut administrasi.
Organisasi adalah sekelompok yang terdiri dari dua
orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tuujuan tertentu yang teleh
disepakati oleh para ahli.
Manajemen pendidikan adalah cabang ilmu baru
sehingga masih banyak orang yang belum mengenal istilah tersebut. Istilah lama
yang sering digunakan adalah istilah “administrasi”.
Administrasi adalah kerjasama antar anggota
organisasi mengenai kegiatan-kegiatan rutin seperti administrasi kegiatan,
kesiswaan, keuangan dan sarana prasarana.
Ada yang mengatakan administrasi sebagai tata cara
kerja pemeriontah dengan fungsi merencana, mengorganisasi, dan memimpin
(Wajong,1983,h. 1 dan 27). Ada juga yang mengatakan administrasi berhubungan
dengan penentuian kebijakan bersama dan koordinasi secara keseluruhan. Ada juga
yang mengatakan administrasi sebagai keseluruhan proses kerja sama para anggota
organisasi berdasarkan rasional tertentu untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan( Siagian, 1979, h. 3).
Administrasi lebih cenderung menunjukan pada
pekerjaan tulis menulis seperti biaya
mengerjakan atau membuat sesuatu. berbeda dengan administrasi, istilah
manajemen lebih cenderung pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh pemimpin,
jadi lebih menunjuk pada kegiatan sebuah organisasi.
Dalam kamus bahasa Belanda- Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal
dari “administrate” yang berarti tata
usaha. Pada pengertian tersebut administrasi menunjuk pada pekerjaan kantor.
Menurut The Liang Gie, manajemen adalah segenap
proses penyelenggaraan dalam setiap
usaha kerjasama kelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Sondang Palan Siagian, manajemen adalah
keseluruhan kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas
rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.
Menurut Nurahdi manajemen adalah suatu kegiatan atau
rangkaian kegiataan yang berupa proses pengelolaan suatu usaha kerjasama
sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan , untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya,. Agar efektif dan efisien.
Suatu pandangan yang lebih bersifat umum dari pada
pandangan-pandangan diatas menyatakan bahwa manajemen adalah suatu proses
mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total
untuk mencapai suatu tujuan (Jhonshon, 1973, h.15).
Dari definisi-definis tersebut dapat disimpulkan
bahwa dalam pengertian manajemen terdapat tiga hal yang merupakan unsur penting
yaitu, usaha kerjasama, oleh dua orang atau lebih, untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Tiga unsur tersebut
yaitu gerak, orang dan arah dari kegiatan, menunjukan bahwa manajemen terjadi
dalam sebuah organisasi, bukan pada kerja yang dilakukan oleh seorang individu.
Jika pengertian-pengertian tersebut diterapkan dalam
pendidikan maka lebih tepatnya definisi manajemen pendidikan adalah suatu
kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama
sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
Engkoswara (2001:2) mengemukakan bahwa manajemen pendidikan
dalam arti yang seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana
menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktif
dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta
didalam mencapai tujuan yang disepakati bersama.
B. LATAR BELAKANG DIPERLUKANNYA MANAJEMEN PENDIDIKAN
Kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM bangsa tersebuit. Kualitas SDM tergantung pada tingkat pendidikan masing-masing individu pembentuk bangsa. Pendidikan yang visioner memeiliki misi yang jelas dan akan menghasilkan keluara yang berkualitas. Dari sanalah pentingnya manajemen pendidikan diterapkan, manajemen pendidikan merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan. Kenyataannya banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya. Manajemen yang digunakan masih konvensional, sehingga kurang menjawab tantangan zaman dan terkesaan tertinggal. Hal tersebut mengakibatkan sasaran-sasaran ideal pendidikan yang harusnya bisa dipenuhi ternyata tidak bisa diwujudkan.
Dalam perkembangannya, manajemen pendidikan
memerlukan Good Managemen Practice untuk pengelolaannya. Tetapi pada praktiknya
ini masih merupakan hal yang elusif. Banyak penyelenggara pendidikan
beranggapan bahwa hal tersebut bukanlah merupakan suatu hal yang penting.
Telah terjadi pergeseran paradigma yang awalnya
memandang bahwa lembaga pendidikan merupakan lembaga sosial, dipandang sebagai
suatu lahan bisnis yang mengindikasikan perlunya perubahan pengelolaan.
Perubahan pengelolaan tersebut harus seirama dengan lajunya perubahan dan
tuntutan zaman. Situasi kondisi dan tuntutan pada era reformasi ini membawa
konsekuensi kepada lembaga pendidikan untuk berpandangan futuristik dan
visioner.
Lembaga pendidikan perlu mengambil langkah
antisipasi untuk mempersiapkan diri bertahan pada zaman dengan tetap mengacu
pada pembenahan mutu pendidikan yang berkaitan erat dengan manajemen
pendidikan. Jika manajemen pendidikan sudah tersusun dengan baik dan universal,
pelayanan sekolah yang buruk, minimnya profesionalisme tenaga pengajar, sarana
prasarana tidak memadai, pungli, hingga kekerasan dalam pendidikan tidak akan
lagi terdengar.
C.RUANG LINGKUP MANAJEMEN DALAM PENDIDIKAN
1. Ruang liungkup menurut wilayah kerja
Berdasarkan atas
tinjauan wilayah kerja maka ruang lingkup pendidikan dipisahkan menjadi :
a) Manajemen
pendidikan seluruh negara yaitu majejemen pendidikan untuk urusan nasional yang
ditangani bukan hanya pelaksanaan pendidikan di sekolah saja tetapi juga
pendidikan luar sekolah, penyelenggaraan latihan, penelitian, serta meliputi
pula kebudayaan dan kesenian
b) Menejemen
pendidikan satu provinsi, yaitu manejemen pendidikan yang meliputi wilayah
kerja satu provinsi yang pelaksanaannya dibantu lebih lanjut oleh petugas
manajemen pendidikan di kabupaten dan kecamatan
c) Manajemen
pewndidikan satu kabupaten atau kota, yaitu manajemen pewndidikan yang meliputi
wilayah kerja satu kabupaten atau kota, meliputi semua urusan pendidikan memuat
jenjang dan jenis
d) Manajemen
pendidikan satu unit kerja. Manajemen unit ini di titik beratkan pada satu unit
kerja yang langsung menangani pekerjaan mendidik.
e) Manajemen
kelas, sebagai suatu kesatuan kegiatan terkecil dalam usaha pendidikan yang
menjadi “dapur inti” dari seluruh jenis manajemen pendidikan.
2. Ruang lingkup menurut objek garapan
Ditinjau dari objek
garapan manajemen pendidikan, sekurang-kurangnya ada delapan objek garapan
yaitu :
a) Manajemen
siswa
b) Manajemen
personil sekolah
c) Manajemen
kurikulum
d) Manajemen
sarana atau material
e) Manajemen
tata laksana pendidikan atau ketata usahaan sekolah
f) Manajemen
pembiayaan atau manajemen anggaran
g) Manajemen
lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi pendidikan
h) Manajemen
hubungan masyarakat atau kominikasi pendidikan.
3. Menurut fungsi atau urutan kegiatan
Dalam definisi
manajemen terdapat istilah rangkaian kegiatan, orang sering menyebut urutan
kegiatan ini sebagai fungsi administrasi. Adapun fungsi manajemen atau
pengelolaan ini adalah :
1) Merencanakan
2) Mengorganisasikan
3) Mengarahkan
4) Mengkoordinasikan
5) Mengkomunikasikan
6) Mengawasai
atau mengevaluasi
Menurut Mc, Earland menggambarkan saling hubungan langkah-langkah yang olehnya disebut merupakan tiga fungsi pokok manajemen yaitu perencasnaan (planing), pengorganisasian (organising) dan pengontrolan (controlling)
Menurut Mc, Earland menggambarkan saling hubungan langkah-langkah yang olehnya disebut merupakan tiga fungsi pokok manajemen yaitu perencasnaan (planing), pengorganisasian (organising) dan pengontrolan (controlling)
Dalam
liungkungan kelas, guru adalah administator. Guru harus melaksanakan kegiatan
manajemen. Dengan pengertian bahwa manajemen adalah pengelolaan, manajemen,
maka guru bertindak sebagai manajer di kela yang di pimpinnya.
D. PARADIGMA BARU DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN
Paradigma manajemen pendidikan dewasa ini sudah
tidak memadai lagi untuk menangani berbagai perubahan dan perkembangan yang
ada, apalagi untuk menjangkau jauh kedepan sesuai tuntutan terhadap peran
pendidikan yang sesungguhnya. Kondisi tersebut menuntut paradigma baaru
manajemen pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan
zaman. Paradigma baru manajemen pendidikan harus sejalan dengan semangat
Undang-Undang Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional(Undang-Undang
Sisdiknas).
Dalam pelaksanaannya, baik dari segi kewenangan
maupun sumber dana pendidikan, pemerintah kabupaten dan kota akan memegang
peran yang sangat penting. Otonomi daerah diharapkan dapat memberikan layanan
pendidikan sesuai dengan kebutuhan , lebih cepat, lebih efisien dan efektif,
serta dapat menegakan aparat yang bersih dan wibawa.
Terdapat sedikitnya enam permasalahan yang harus
diantisipasi oleh paradigma baru manajemen pendidikan dalam konteks otonomi
daerah, yakni kepentingan nasional, mutu pendidikan, efisiensi pengelolaan,
perluasan dan pemerataan, peranserta masyarakat, dan akuntabilitas ( Fiske,
1996; Nurhadi, 1999; Satori, 1999).
Dalam paradigma baru manajemen pendidikan ini,
Depdiknas (2001) melukiskan fungsi-fungsi pendidikan yang didesesntralisasikan
kesekolah sebagai berikut:
INPUT PROSES OUTPUT
·
Perencanaan dan evaluasi
·
Kurikulum
·
Pembelajaran
·
Ketenangan
·
Fasilitas
·
Keuangan
·
Kepesertadidikan
·
Hubungan sekolah – masyarakat
·
Iklim sekolah
|
E. UNSUR-UNSUR
DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN
1. Peseta
Didik
Peserta
didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan
demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang
ingin diakui keberadaannya.
2. Orang
yang Membimbing atau Pendidik
Yang
dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan
pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya
dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan
lingkungan masyarakat. Sebab itu yang bertanggungjawab terhadap pendidikan
adalah orangtua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan , dan masyarakat.
3. Interaksi
antara peserta didik dengan pendidik atau interaksi edukatif
Interaksi
edukatif adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik
yang terarah pada tujuan pendidikan.
4. Ke
arah mana bimbingan ditujukan atau tujuan pendidikan
a. Alat
dan metode, diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan
dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat
jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan
dibedakan atas alat yang prefentif dan kuratif.
b. Tempat
peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan), yaitu lingkungan
keluarga, sekolah dan masyarakat.
|






materinya sangat bermanfaat, terima kasih :)
BalasHapusterimaksih materinya.
BalasHapusini sangat membantu saya dalam mendefinisikan manajemen pendidikan secara singkat.
ditunggu meteri-materi yang akan di upload lagi.
good job
BalasHapusnice
BalasHapus